Mau Jadi Travel Photographer? Ini Dia Kiat-Kiat Yang Perlu Diperhatikan!

Negara Indonesia memiliki banyak sekali budaya dan keindahan alam yang wajib kita explore. Mulai dari gunung, laut hingga peninggalan sejarahnya. Di era digital saat ini banyak sekali para traveler yang mengunggah foto-fotO terbaik mereka di media sosial seperti Instagram, facebook dan lainnya. Namun, tak disangka dibalik foto-foto landscape yang indah terdapat tangan-tangan trampil dan kreatif. Salah satunya travel fotographer. Kebanyakan travel fotographer memotret destinasi wisata kemudian, mereka mengunggah foto-foto tersebut ke media sosial dengan tema fotografi traveling. Nah, untuk mendapatkan foto-foto yang indah ada beberapa tips yang perlu diperhatikan.

Tips Seputar Travel Fotografi

1. Siapkan Kamera

Sebelum menjadi travel photographer yang perlu disiapkan adalah kamera untuk membidik sebuah obyek yang akan kita abadikan. Pilihlah kamera yang anda sudah kenali fungsinya dan cara pemakaiannya agar lebih nyaman digunakan saat melakukan pemotretan. Tidak perlu menggunakan kamera yang mahal untuk mendapatkan hasil yang baik. Cukup menggunakan kamera yang sudah kita kenal karena akan lebih mudah untuk dioperasikan dan mendapatkan fotografi traveling yang indah.

2. Tentukan Destinasi

Setelah anda sudah memilih kamera traveler maka langkah selanjutnya adalah memilih destinasi wisata yang akan anda jadikan sebuah obyek. Untuk itu anda dapat membuat daftar perjalanan berisi tempat-tempat wisata apa saja yang akan anda kunjungi. Seperti gunung, pantai atau tempat-tempat bersejarah. Lalu, anda dapat menargetkan seperti apa foto yang akan anda hasilkan nantinya.

3. Lihat Cuaca

Untuk memotret destinasi wisata anda perlu memperhatikan cuaca. Sebab foto-foto yang indah didukung oleh cuaca yang cerah dan terang. Misalnya anda akan memotret gunung maka anda harus memperhatikan elemen-elemen yang ada disekitar gunung tersebut seperti langit dan hijaunya pepohonan. Ketika anda ingin memotret pantai anda perlu memperhatikan komposisi pantai yang berhubungan dengan cuaca juga, seperti langit yang biru dan pantai yang biru.

4. Perhatikan Timing

Waktu yang tepat untuk memotret destinasi wisata sebaiknya anda memilih sebelum jam 8.00 karena cuaca dibawah jam delapan langit masih terlihat bersih dan bebas polusi. Beda jika sudah diatas jam delapan maka polusi berterbangan dan sinar matahari sudah bersinar terang yang menyebabkan komposisi cahaya yang berlebihan. Selain itu anda dapat memilih waktu setelah jam tiga sore.

5. Gunakan Lensa Besar

Lensa besar sering disebut oleh lensa wide atau lensa lebar. Tujuannya adalah untuk mencakup seluruh panorama yang ada. Bebebrapa kamera traveler sudah menggunakan lensa wide. Sehingga tak jarang bila hasil foto mereka terbilang sangat detail.

tips-unik-1

6. Jangan takut untuk berinteraksi dengan orang lokal

Selain foto landscape, ada pula travel fotographer yang membidik obyek bertemakan human interest, yaitu sebuah kegiatan masyarakat lokal. Contohnya, seperti pedagang di pasar atau nelayan yang sedang menjaring ikan. Untuk mendapatkan foto mereka, sebaiknya anda berinteraksi terlebih dahulu kepada mereka, sembari meminta ijin untuk mengambil gambar mereka. Hal tersebut merupakan sebuah etika fotografi yang perlu dilakukan oleh travel photographer.

7. Bawalah peralatan yang ringkas

Ketika anda melakukan perjalanan, akan lebih efisien bila anda membawa peralatan fotografi yang ringkas. Agar tidak terkesan berat dan susah saat anda mengambil obyek foto. Pastikan tas yang anda gunakan nyaman dipunggung anda.

8. Pilih spot yang menarik

Memilih spot yang menarik adalah salah satu hal yang perlu anda perhatikan. Pilih spot yang unik dan terkesan beda dengan foto-foto yang lain. Karena banyak sekali fotografi traveling yang memamerkan foto-foto mereka di sosial media. Jadi alangkah baiknya anda mencari spot foto dan angle yang berbeda.

9. Jangan terlalu banyak editing

Ketika anda memotret destinasi wisata dengan memperhatikan aspek-aspek yang ada maka anda tidak perlu melakukan editing lagi. Boleh juga melaukannya asal tidak berlebihan. Karena jika anda berlebihan maka hasilnya akan rusak dan terkesan tidak natural. Karena ini merupakan foto alam jadi elemen-elemen yang digunakan harus sesuai dengan aslinya.

Teknik Fotografi Traveling

Langkah-langkah diatas dapat anda gunakan sebagai dasar acuan dalam fotografi traveling. Selain itu anda juga perlu belajar mengenai dasar fotografi. Agar foto-foto anda terlihat indah dan natural. Banyak sekali teknik yang perlu anda ketahui.

1. Pilihlah sesuatu yang akan anda tonjolkan

Misalnya anda akan memilih langit atau memilih daratan. Jangan anda memilih kedua elemen tersebut karena foto akan terkesan datar. Ada baiknya anda menonjolkan sisi kekurangan dan sisi kekuatannya dari foto tersebut. Namun, teknik tersebut tidak bisa menjadi patokan untuk hasil foto yang indah.

2. Carilah titik fokus

Titik fokus tersebut adalah sebuah tujuan pertama kali mata memandang sebuah obyek foto. Minimal foto yang anda bidik mempunyai POI (Point Of Interest). Jika foto anda mempunyai POI maka foto anda akan terlihat menarik. Minimal orang ingin melihat foto hasil karya anda.

3. Gunakan teknik Foreground

Dengan menggunakan foreground, foto yang anda miliki akan berdimensi. Ada kesan kedalam dari foto tersebut jika anda memposisikan foreground dengan tepat. Jika anda memilih foto landscape maka anda perlu menggunakan foreground.

tips-unik-3

4. Gunakan tripod untuk shutter rendah

Guna tripod adalah agar kemera tidak goyang dan hasil foto tidak blur. Namun terkadang para travel photographer enggan jika harus menenteng berat tripod. Tapi tak sedikit orang menyesal karena tidak membawa tripod.

5. Memaksimalkan Depth Of Field (DoF)

Teknik ini berguna untuk mempertajam obyek. Untuk menggunakan teknik tersebut maka anda perlu mensetting kamera anda dengan menggunakan aperture f/8 kebawah bahakan ada yang menggunakan f/22. Prinsip ini digunakan untuk mengoptimalkan diafragma.

6. Menangkap gerakan alam

Anda bisa menggunakan teknik slow speed untuk menangkap gerakan alam. Seperti angin, ombak atau awan yang berjalan. Untuk teknik foto seperti ini anda harus menggunakan tripod untuk hasil yang maksimal.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.
7. Cuaca mempengaruhi segalanya

Seperti yang dikatakan diatas bahwa anda harus memperhatikan cuaca untuk gambar yang lebih maksimal dan indah. Karena cuaca alam akan membentuk gambar menjadi lebih natural dan alami. Namun jangan kecewa jika cuaca sedang tidak mendukung karena anda dapat menggunakan teknik black and white untuk mempertajam obyeknya.

8. Golden Hour dan Blue Hour

Dalam foto landscape maka anda perlu mengetahui tentang golden hour dan blue hour dimana langit akan terlihat merah keemasan dan biru tua pekat. Golden hour dan blue hour dapat anda tangkap ketika senja datang. Ketika matahari mulai tenggelam dan setelah tenggelam langgit akan berubah menjadi bias merah keemasan dan berwarna biru pekat. Sebagai travel photographer anda harus mengetahui beberapa spot yang menarik tersebut.

9. Garis dan bentuk

Komposisi pada foto sangatlah berpengaruh untuk menegaskan foto yang kita tangkap. Sementara itu garis dapat memberikan sebuah kedalaman ruang yang bisa kita telusuri.

10. Shoot in bad light

Memotret destinasi wisata tak selamanya beruntung. Ada saat dimana kita mengalami ketidak beruntungan seperti langit sendang jelek, mendung, cahaya yang berlebihan dan masih banyak lagi. Namun, jika anda menjumpai situasi seperti itu cobalah untuk memotret. Jangan putus asa.

11. Perspektif

Perspektif merupakan sebuah sudut pandang yang dapat kita tangkap. Jangan mematok dari satu sisi saja. Cobalah bereksplorasi untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Biarkan imaginasi anda mengalir dengan sempurna. Jangan pernah membatasi untuk berkreasi.

12. Ambil detai dari landscape

Memotret landscape tidak hanya wide-angle saja. Namun kita bisa berkreasi dengan beberapa lensa seperti fish eye yang memberikan efek melengkung pada gambar. Atau anda bisa menggunakan lensa telle untuk membidik obyek yang letaknya jauh dari pandangan kita.

13. Menggunakan filter agar lebih maksimal

Untuk hasil yang maksimal kita dapat menggunakan filter. Filter digunakan untuk memberikan efek yang lebih natural. Ada banyak filter yang dapat digunakan untuk memotret destinasi wisata. Salah satunya adalah Gradual ND yang berfungsi mengontrol exposure langit dibandingkan daratan. Bentuk filter tersebut adalah dengan warna gelap diatas dan transparan dibawah.

14. Gunakan teknik HDR (High Dynamic Range)

Jika anda tidak mempunyai filter untuk digunakan maka anda dapat menggunakan teknik HDR. Caranya simple, anda dapat mengambil beberapa foto dengan range exposure berbeda kemudian anda dapat menggabungkannya.

Selain mempelajari teknik foto anda juga harus mengetahui macam – macam kamera dan lensa yang digunakan oleh para travel photographer.

Macam-Macam Kamera Traveler

1. Kamera Mirrorless

Kamera mirrorless adalah salah satu kamera traveler yang berbentuk mirip seperti kamera saku namun lensanya bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan. Kamera ini tegolong kamera yang memiliki berat yang ringan, enak dibawa saat traveling dan tidak memakan tempat. Untuk anda yang ingin menjadi travel photographer bisa menggunakan kamera jenis ini untuk sebuah fotografi traveling. Kelebihan dari kamera jenis ini adalah lensa bisa diganti sesuai selera, ringan. Cocok dibawa ketika anda melakukan aktifitas. Kualitas foto yang dimiliki hampir seperti kamera DSLR pada umumnya. Bahkan pada kamera mirrorles memiliki beberapa fitur yang lebih unggul dibandingkan DSLR yang rumit. Namun kamera ini masih tergolong mahal.

tips-unik

2. Kamera Pocket

Kamera ini adalah kamera yang kerap kali orang miliki. Fitur yang simple dan mudah dioprasikan membuah user tidak perlu repot-repot belajar tentang teknik memotret dengan rumit. Masalah hasil kita kembalikan kepada siapa yang mengambil gambar. Karena tidak semua orang menggunakan kamera biasa menghasilkan gambar yang biasa pula. Kekurangan kamera ini adalah pada hasil gambar yang minim. Dengan bentuk yang kecil kamera ini tergolong praktis dan mudah untuk dibawa pergi.

3. Kamera superzoom

Sejatinya kamera superzoom ini adalah gabungan anatara kamera saku dan DSLR. Sekilas bentuk body-nya mirip dengan DSLR, namun sistem pada kemera persis seperti kamera pocket. Keunggulan kamera ini adalah terletak pada kualitas zoomnya yang bisa mencapai 20x – 30x. Berbeda dengan kamera saku yang hanya memiliki kualitas zoom 5x – 10x saja. Kekurangan dari kamera ini adalah lensa yang permanen dan tidak dapat diganti sesuai kebutuhan. Kamera ini cocok untuk city tour atau cultural trip. Jika berbicara soal harga, kamera ini berkisar antara 2 juta sampai 3 juta.

4. DSLR

Pastinya anda sudah tidak asing lagi ketika mendengar kamera DSLR. Bahkan bentuknya seperti apa anda mungkin sudah memahaminya. DSLR cocok untuk dijadikan kamera traveler. Dengan fitur dan sistem yang beragam dan bisa disesuikan dengan kebutuhan kita maka tak heran bila banyak travel photography memilih kamera jenis ini. Selain itu banyak juga lensa yang dapat diaplikasikan untuk melengkapi kamera DSLR anda. Anda dapat memilihnya sesuai kebutuhan anda. Jika anda ingin memotret destinasi wisata berupa landscape maka anda dapat menggunakan lensa wide atau fish eye. Jika anda ingin memotret model maka anda bisa menggunakan lensa fix agar gambar yang anda hasilkan bisa close up dan menghasilkan background blur yang bokeh. Namun, kekurangan kamera jenis ini adalah berat body yang cukup berat dan memakan tempat. Bisa dibilang kamera yang tidak praktis. Masalah harga kamera ini tergolong mahal sesuai dengan fitur yang dari kamera tersebut.

5. Aquapix

Aquapix adalah sebuah kamera pendatang baru di dunia fotografi. Kamera ini dirancang untuk mengambil gambar di dalam air. Hanya saja kemampuan kamera ini hanya mencapai 3 meter saja dan selama 1 jam. Kamera aquapix ini masih menggunakan roll film dan perlu dicetak untuk mengetahui hasil foto kita. Mengenai harga kamera ini tergolong sangat murah denga fitur terbatas. Meskipun ukuran kecil dan praktis mudah dibawa kemana-mana dan aman untuk digunakan snorkeling.

6. Action Camera

Nah, untuk action cam ini merupakan kamera pendatang baru di dunia traveling. Bentuknya super simple dan kecil. Mudah dibawa kemana-mana dengan berbagai macam aktifitas. Lensa yang dimilikinya adalah sejenis lensa wide dan fish eye. Jadi terdapat lengkungan pada hasil foto kita. Banyak sekali merk untuk kamera satu ini. Dari harga murah sampai harga mahal. Kegunaannya hampir sama. Action camera ini sekarang menjadi kamera favorit dikalangan traveler.

Demikianlah beberapa tips yang perlu anda ketahui apabila ingin menjadi travel photographer. Tunggu apalagi? Yuk kita traveling!