Green Travel, Apa dan Bagaimana?

Akhir tahun sebentar lagi, tanggal merah yang berjajar sudah terlihat di depan mata, tapi hingga kini beberapa dari kamu belum juga menetapkan kemana harus liburan dimasa-masa libur tersebut. Sayang sekali, padahal dalam bulan ini beberapa maskapai penerbangan memberlakukan promo bulanan maskapai yang memberikan harga tiket pesawat murah untuk terbang ke berbagai tujuan. So, harus segera diputuskan kemana harus pergi. Tapi tak perlu terburu-buru, karena perencanaan yang matang justru akan membuat liburan kamu berharga. Jika belum menentukan bagaimana liburan akhir tahun kamu, Green Travel yang belakangan menjadi trend bisa menjadi pilihan yang manarik lhoo!

Green Travel? Apa itu Green Travel? Ya. Banyak yang belum mengetahui apa itu Green Travel. Penasaran? Yuk lihat ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Green Travel?

Bagi kita, manusia, menjaga alam dan lingkungan bukan hanya kewajiban melainkan juga kebutuhan. Jika bukan kita, siapa lagi? Iya kan? Nah dalam menjaga alam dan lingkungan ini, traveler juga punya peran penting lhoo.. Salah satunya dengan Green Travel. Apa itu Green Travel?

Beberapa orang mengartikan Green Travel sebagai perjalanan ke alam bebas, mengunjungi cagar alam, pantai, pegunungan dan hutan. Padahal, pengertian Green Travel ini lebih dari sekedar berjalan-jalan ke alam bebas, atau ke tempat yang banyak pohonnya. Green Travel bukan hanya dimaksudkan untuk membahasakan destinasi wisata saja. Lebih dari itu, Green Travel merupakan konsep travelling yang mana si traveler diharapkan ikut serta dalam menjaga alam dan lingkungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan traveling. Misal tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak habitat di lingkungan wisata tersebut, dan masih banyak hal yang bisa dilakukan seorang Green Traveler untuk mewujudkan traveling sehat dengan Green Travel ini.

tips traveling

Memang tak banyak yang tahu kapan istilah Green Travel ini muncul, bahkan siapa orang pertama yang mengucapkan istilah inipun tidak diketahui. Namun istilah ini tentu saja muncul karena dewasa ini kepedulian masyarakat akan lingkungan semakin meningkat. Bukan hanya karena persoalan penumpukkan sampah yang terjadi, namun juga karena global warming yang tak bisa kita hindari, begitu juga dengan bencana-bencana yang terus saja terjadi akibat dari kerusakan lingkungan. Kesadaran akan menjaga alam dan lingkungan mulai tumbuh perlahan-lahan pada hati banyak orang, temasuk para traveler dengan memulai gerakan Green Travel ini.

Tips-Tips bagi Green Traveler

Untuk merasakan travelling sehat, menjadi Green Traveler memang pilihan yang tepat. Namun seperti apakah seharusnya seorang Green Traveler? Apa yang bisa dilakukan seorang traveler agar ia menjadi Green Traveler? Ada beragam cara agar seorang traveler bisa merasakan travelling sehat, berikut tips-tips bagi Green Traveler.

1. Tak perlu cetak tiket pesawat

Salah satu penyebab global warming adalah penggunaan kertas yang berlebih. Nah sebagai seorang traveler yang ingin ikut melaksanakan konsep Green Travel, langkah ini menjadi langkah kecil namun akan sangat terasa dampaknya bila semua orang mengikuti. Dan mulai dari sendiri adalah kuncinya. Yap, bila ingin naik pesawat lebih baik bila tidak mencetak tiket pesawat, cukup tunjukkan saja softcopynya melalui handphone. Dan tak perlu khawatir, petugas bandara tidak mempermasalahkan tiket pesawat cetak maupun softfile lho.

2. Reuse and Refill

Daur ulang bukan hanya dimaksudkan untuk membuat karya-karya dari sampah. Namun langkah kecil ini juga bisa menjadi proses daur ulang. Reuse and refill. Saat naik maskapai penerbangan, sebenarnya membawa cairan misal shampoo atau sabun cair dengan berlebih sangat dilarang. Terlebih di negara-negara yang ketat memberlakukan peraturan ini. Umumnya benda-benda cair ini hanya diperbolehkan dibawa dengan batasan milliliter saja. Nah untuk mensiasati ini, gunakanlah boto-botol kosmetik yang berukuran kecil dan dicuci dengan bersih. Umumnya botol-botol gel bath, travel shampoo, minyak wangi berukuran kecil, sehingga bisa dimanfaatkan untuk digunakan kembali. Isilah botol bekas tersebut dengan sabun cair, handbody lotion, minyak wangi, shampo, dan benda cair lainnya. Dengan cara ini pula, barang bawaan kamu bisa lebih ringkas.

3. Kurangi penggunaan tissue saat travelling

Sebagian orang memang gila bersih, sampai-sampai ada yang tergantung dengan penggunaan tissue. Padahal penggunaan tissue yang berlebih juga bisa merusak bumi, sama seperti penggunaan kertas. Sebenarnya sah-sah saja menggunakan tissue saat travelling, namun akan lebih bijak bila penggunaannya tidak terlalu banyak. Alternatifnya bisa dengan membawa sapu tangan. Sapu tangan ini bisa digunakan untuk menggantikan tissue, jadi pengurangan penggunaan tissue bisa dilakukan. Pengurangan tissue ini juga berlaku saat kamu berada di hotel ya! Gunakan tissue toilet dengan bijak, misalnya.

4. Membuang sampah pada tempatnya

Mungkin pernah sekali waktu kamu pergi ke pantai yang masih alami, saking alaminya, belum ada sarana tempat sampah disana. Nah sebagai seorang Green Traveler, pada saat-saat inilah niatanmu untuk menjaga alam dan lingkungan diuji. Sebagai seorang Green Traveler, kamu harus membuang sampah pada tempatnya, jangan malah membuang sampah di area pantai, atau malah ke laut. Namun bila tempat sampah belum ada di area pantai tersebut, kamu harus membawa kembali sampah yang kamu hasilkan hingga kamu menemukan tempat sampah. Agar hal-hal seperti ini terantisipasi, biasakan untuk membawa kantong khusus sampah di saku ataupun di tas kecil kamu. Dan jangan lupa untuk memilahnya saat membuang ke tong sampah ya! Karena sekali lagi ini Green Travel ini misi mulia untuk menjaga kehidupan anak cucu kita kelak. Dan itu dimulai dari hal-hal kecil seperti membuang sampah.

tips traveling

5. Kurangi Kantong Plastik

Kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik bukan tanpa dasar. Coba saja google berapa banyak sampah plastik yang ada di dunia, juga di Indonesia. Banyak. Berton-ton. Nah maka dari itu, kampanye penggunaan kantong plastik mulai dilakukan beberapa bulan lalu. Nah sebagai seorang traveler yang menganut konsep Green Travel, pengurangan penggunaan kantong plastik ini juga harus dilakukan. Kapan? Saat membeli souvenir misalnya. Beberapa souvenir umumnya dibungkus dengan plastik. Nah agar misi menjaga alam dan lingkungan ini tetap berjalan, lebih baik masukkan souvenir tersebut langsung pada tas kamu. Tentunya dengan tatanan yang rapi ya!

6. Membawa botol minum

Minum sangatlah penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Jika kekurangan air, tubuh kita akan mengalami dehidrasi dan efeknya tubuh akan terasa letih juga lemas. Maka menjaga asupan air dalam tubuh sangatlah penting. Dan membawa botol minum ini menjadi salah satu Tips Green Traveler yang ingin traveling sehat. Kenapa? Karena ini akan menghemat kita untuk tidak menggunakan air mineral botol kemasan yang pasti akan menimbulkan sampah. Jika sedanga liburan ke luar negeri, beberapa sudut kota pasti menyediakan tap water yang airnya bisa kita minum langsung. Nah botol minum akan sangat berguna ditempat-tempat seperti ini. Di Indonesia, walau belum semua tempat ada tap water namun membawa botol minuman juga penting karena setidaknya kita bisa menjaga lingkungan dengan tidak terlampau banyak menggunakan air kemasan botol.

7. Menjaga kondisi Hotel

Saat di hotel kamu boleh memakai fasilitas kamar hotel sepuasnya sesuai dengan fasilitas yang diberikan. Misalnya seperti penggunaan lampu yang terang, menyalakan televisi, men-charger hp, menggunakan hair dryer yang disediakan, menyalakan AC, ataupun penggunaan air panas dan dingin. Namun penggunaan fasilitas tersebut harus dalam kerangka yang wajar bila kamu ingin menerapkan Green Travel. Mengapa? Tentu saja untuk menghemat energi. Karena penggunaan listrik dan air yang berlebih akan berdampak pada kelestarian lingkungan kita. Matikanlah televisi sebelum tidur, jangan sampai kamu yang ditonton sama televise. Kemudian nyalakan lampu seperlunya saja, bila kamar mandi tidak digunakan, lebih baik lampu dimatikan, begitu pula saat tidur, gunakan saja lampu redup di samping tempat tidur. Hal-hal semacam ini harus kita sadari, karena hal-hal kecil ini memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan kita.

8. Naik kendaraan umum

Di beberapa kota di Indonesia sudah banyak disediakan bus-bus cantik alias trans. Keberadaan bus-bus berkonsep trans sangatlah membantu banyak wisatawan untuk melakukan konsep Green Traveler. Bagaimana tidak, alih alih naik taksi yang hanya muat untuk dua tiga orang, bus-bus trans ini memuat banyak penumpang yang pada akhirnya turut menjaga lingkungan. Karena gas emisi otomatis bisa diminalisir, begitu pula dengan penggunaan bahan bakar. Selain itu, kita juga mendukung gerakan untuk mengurangi kemacetan suatu kota. Iya kan? Lantas bagaimana jika destinasi wisata kita tidak menyediakan kendaraan umum yang nyaman? Mudah saja. Jika memang lokasinya dekat, kita bisa berjalan kaki. Itung-itung menyehatkan diri bukan? Atau sewa sepeda angin. Lagi-lagi, sekali berenang dua tiga pulau terlampaui. Memang niatan jalan-jalan, berwisata, namuan kita juga bisa sambil olahraga. Atau bila kita mengunjungi Kota Solo atau Jogja, naik becak juga bisa dilakukan. Ini justru menambah ekonomi lokal para pembecak. Jika memang tempatnya jauh lebih baik menyewa mobil beramai-ramai.

9. Kenali Destinasi

Mengenali medan destinasi wisata penting sekali bagi seorang traveler. Walau tidak tahu semua hal mengenai destinasi tersebut, setidaknya traveler tetap berbekal pengetahuan tentang destinasi yang akan dikunjungi. Mengapa? Tentu saja untuk memperkirakan berbagai hal. Salah satunya untuk menghindari diri dari kecelakaan saat berwisata. Misal saja saat ke hutan tropis. Seorang Green Traveler tidak melakukan hal-hal nekat seperti memasuki kawasan hutan yang ditandai berbahaya. Lebih baik ikuti jalur perjalanan yang telah ada sesuai petunjuk. Jangan berlagak sok tahu dengan membuka jalur (baru) kecuali dipandu oleh masyarakat setempat atau pemandu yang sudah mengenal baik destinasi wisata tersebut. Selama ini mayoritas kasus tersesat di alam bebas seperti hutan atau gunung terjadi karena ingin membuka jalur baru tanpa tahu medan dan tanpa dampingan.

tips traveling

Bila memang ragu, lebih baik gunakan jasa pemandu atau orang yang mengerti kawasan hutan tersebut. Selain itu juga, bila terdapat satwa liar, ular misalnya, kita tak boleh membunuhnya, lebih baik jaga jarak. Biar bagaimanapun itu rumah bagi mereka, dan sebagai traveler kamu adalah tamu, maka hormati satwa yang bermukim disana. Menjaga keberadaan satwa-satwa ini sama artinya dengan menjaga alam dan lingkungan kita. Mengamati satwa-satwa liar dari jauh juga merupakan bagian dari bentuk wisata. Dari jauh, secara keamanan kita terjaga dari serangan mereka. Dan lagi, interaksi dengan satwa liar sangatlah tidak disarankan. Pertama karena bisa saja mereka menyerang tiba-tiba, kedua bisa saja mereka menjadi perantara sumber penyakit. Bahaya bukan? Nah maka dari itulah, mengenali destinasi sangat penting.

10. Bertanggung jawab

Tips menjadi Green Traveler yang terakhir ini lebih kepada prinsip dan etika. Ya, bertanggung jawab. Dimanapun tempatnya, entah itu pantai, gunung, kebun binatang, atau tempat wisata lainnya. Sebagai seorang Green Traveler, bertanggung jawab dalam menjaga alam dan lingkungan merupakan prinsip yang harus selalu dipegang. Bertanggung jawab ini dalam banyak hal, misal bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan, bertanggung jawab untuk tidak memetik tanaman ditempat wisata (biasanya bunga edelwis di gunung), bertanggung jawab untuk tidak menginjak media tanam (saat wisata di perkebunan) dan tanggung jawab-tanggung jawab lainnya. Selain itu, ini catatan penting juga bagi para Green Traveler. Jangan melakukan aksi vandalism di tempat wisata.

Memang sih keren jika kita menyematkan nama kita di tempat-tempat tersebut, tapi bila tidak disediakan tempat untuk berkreasi justru akan merusak keindahan tempat tersebut. Begitu pula dengan etika, sebagai “tamu” di tempat wisata, traveler harus mampu beretika. Misal masalah bahasa, bisa saja masyarakat setempat sangat sensitive terhadap bahasa-bahasa tertentu. Sehingga bahasa yang traveler anggap biasa, mungkin saja warga disana menganggap sebagai sesuatu yang tabu, sehingga melanggar norma-norma kesopanan disana. Kesopanan inipun menjadi unsur penting dalam berwisata.

Nah itulah gambaran mengenai Green Travel dan tips-Tips Green Traveler yang bisa menjadi panduan kamu untuk travelling sehat. Selain sebagai kegiatan yang menyenangkan diri sendiri, menjaga alam dan lingkungan saat jalan-jalan juga misi mulia bukan? Dan rasanya akan lebih mulia lagi bila gaya hidup “hijau” ini bukan hanya untuk mengikuti trend semata, namun dilakukan karena benar-benar ingin menyelamatkan bumi seisinya. Yap, Selamat liburan!